Kotamu

Pernahkah kau merasa sangat merindukan sebuah kota, yang padahal sama sekali belum begitu kamu kenal dengan akrab?!

Kau merindukannya karena ia adalah kota tempat hatimu dipautkan, tempat hatimu dititipkan pada seseorang di dalamnya. Yang pada tiap embusan udaranya, ada hidup seseorang yang penting bagimu.

Kau merindukan, bagaimana sejuk udara paginya, cicitan burung-burung mungil tiap paginya, hangat matahari tiap paginya, melankolis di setiap senjanya, dan rindu di setiap gulitanya. Hal-hal yang belum pernah kau cumbui betul itu, ahli membuat air matamu ranum hingga berbuah berbulir-bulir. Tanpa kau mengerti sungguh-sungguh, mengapa kau bisa secengeng itu.

Kerinduan yang kau rasakan, pada kota yang indahnya yang mungkin ketahui lebih banyak melalui ceritanya, dan itu akan membawamu pada kerinduan yang semakin dalam. Padanya, pada kotanya. Pada keduanya.

Hei, kamu! Kota yang asing sekaligus terasa mesra untuk hatiku, semoga secepatnya benar-benar secepatnya. Semoga waktu dan jarak, baik hati melipat dirinya untuk kita; aku, kamu dan dirinya.