Betapa sebuah kebenaran akan menjadi terlalu sulit untuk diubah menjadi sebuah kebohongan. Begitupun sebaliknya.

Pada ia, yang selalu tahu apapun yang menjadi kebiasaan

Aku memang berbohong
Saat kukatakan aku akan baik-baik saja
Mana mungkin
Bila terlalu cinta, perpisahan seperti menjadi kejadian paling menakutkan sekaligus menyedihkan di dunia, kan?

Aku memang berbohong
Saat kukatakan tak akan lagi tentangmu dalam tulisan-tulisanku
Ah, kau pasti tahu
Suka atau duka
Tentangmu dalam tulisanku sudah seperti bahan bakar yang mampu memberi tenaga.

Aku memang berbohong
Saat kukatakan bisa saja aku menuliskan seseorang yang sedang sibuk kurindukan
Tentu, aku mengaku itu bukan kamu
Ah, rasanya sesak berkata yang tak benar
Namun mau bagaimana lagi
Kau tak boleh tahu
Hatiku masih sekurangajar ini merindukanmu.

Aku memang berbohong
Saat katakan tanpamu saat ini, aku pasti mampu bahagia
Mungkin saja aku bisa
Namun siapa sangka
Melupakanmu sama seperti melupakan rasa makanan terenak di dunia
Terlalu sulit, karena hatiku selalu berkelit

Aku memang berbohong
Saat kukatakan, padamu sudah tidak ada rasa
Ah, rasa itu tentu saja masih ada
Ia sedang kutahan-tahan
Kupenjara, supaya tidak seenaknya saja keluar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *