Tanda Orang Jatuh Cinta

Biasanya ia selalu menghujamkan pandangan matanya pada orang yang dicintainya.

Malu-malu jika orang yang dicintainya memandangnya.

Dia akan banyak mengingat, membicarakan dan menyebut nama orang yang dicintainya.

Kemudian ia tunduk pada perintah orang yang dicintai dan mendahulukan kepentingannya daripada kepentingannya sendiri.

Lalu orang yang mencinta bersabar menghadapi gangguan orang yang dicintai, memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya, mencintai tempat dan rumah sang kekasih, segera menghampiri yang dicintai bila dipanggil.

Selanjutnya ia akan ikut mencintai apapun yang dicintai sang kekasih.

Jika akan mengunjungi orang yang dicintai jalan yang dilalui terasa pendek meskipun jaraknya jauh sekali.

Dan biasanya ia akan salah tingkah jika sedang mengunjungi atau sedang dikunjungi orang yang dicintai.

Lalu ia akan gemetar tatkala berhadapan dengan orang yang dicintai atau tatkala mendengar namanya disebut.

Jika ada orang lain yang membahasnya ia akan merasa cemburu.

Menyenangi apapun yang menyenangkan orang yang dicintai meskipun sebenarnya kita tidak menyukainya. Ini merupakan salah satu keharusan karena sedikit berkorban untuk mendapatkan keridhaan orang yang dicintai, rasanya merupakan kewajiban.

— Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah
Taman Orang Yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu, karya Ibnul Qayyim Jauziyyah

Bukannya Masih Ada?

Bukankah masih ada jenis manusia yang di luarnya bahagia tetapi dalamnya terpuruk luar biasa?

Bukankah juga masih ada seseorang yang selalu membuat sekitarnya gembira, tetapi hatinya sendiri gundah gulana?

Inginnya terlihat baik-baik saja padahal sungguh dia teramat nelangsa.
 

Dia pikir, tak perlu ada yang tahu kecuali Tuhannya.
 Dia pikir, Tuhan melahirkannya memang untuk membuat banyak orang tertawa, walau mungkin hanya akan ada seorang saja yang bisa membuatnya lepas tanpa pernah melihat lukanya.

Betapa dia sangat tegar tanpa ingin terlihat menderita.
 

Orang lain melihatnya tanpa duka, karena mereka tak tahu luka apa yang membuatnya bisa selalu ceria.

Baginya, memang urusan hidupnya hanyalah miliknya.
 Baginya, biarkan dia terus menebar bahagia untuk sekitarnya.
Perihal dirinya sendiri, itu nanti urusan selanjutnya.

Bukankah masih ada seseorang seperti itu di dunia?