Sosok Wanita Disebut Ibu

Ada cerita yang ku gantung di pelupuk sukma. Ini tentang kasih seorang ibu yang besarnya tiada hingga
. Tentang ia yang habiskan sisa hidupnya untuk tertawa; entah dusta atau nyata.

Demi aku, seorang insan yang terkadang lupa cara berterimakasih padanya. Ada ucap yang kusesal tiap detakan masa
. Acap kali ku berkata cela, hanya kerut di ujung bibirnya yang berkata: ia tetap percaya pada tiap kata yang kuutara
.

Ini tak pelak membuatku geram
, sepantas apa aku menerima tiap senandung sayapnya?

Getir; aku hanya bocah berbalut dosa
, namun aku ingin bunda berlama-lama mendampingiku
. Sebab, masih ada begitu banyak perkataan yang tak bisa ku ucap
. Sebab, masih ada sedikit sekali tingkahku yang bisa membanggakan.

Bunda, tak perlu khawatir pada senja yang acap kali tiba. 
Karena aku akan ada, di balik tingkah tengilku; mengenggam tanganmu.

Aku tidak tahu caranya menghargai mentari yang terbakar kemerahan; tapi aku tahu cara menghargaimu kini
. Bersamamu, hidup adalah panggung lakon teristimewa.