Hujan Rindu

Aku rindu senyuman itu

Aku rindu canda itu

Dan aku……rindu wajah itu

Maafkan hati ini yang belum bisa berpaling

Aku tau sulit untuk melepaskan semuanya saat hati ini sudah berpaling namun kau begitu melekat

Tidak ada yang salah dengan itu semua. Itu wajar, karena kita manusia. Punya perasaan, punya hati

Hati ini pun berhak memilih kepada siapa ia akan berlabuh

Puluhan kertas, ratusan kata, bahkan ribuan memori tidak akan pernah bisa membuat kau kembali lagi padaku

Kembali padaku? Tidak. Itu hanya ada ada di dalam khayalanku. Kau bukan milikku dan mungkin hati ini tidak ditakdirkan untuk berlabuh lebih lama dan menetap di dermagamu.

Kau bukanlah kupu-kupu yang bisa bermetamorfosa

Kau juga bukanlah matahari yang akan kembali lagi setelah malam berakhir

Tapi kau adalah hujan yang turun ditengah padang rumput yang gersang

Ah aku bukanlah seorang pujangga yang pandai untuk merangkai kata-kata menjadi kalimat yang indah

Aku juga bukan seorang peri yang bisa mengabulkan segala permohonan

Aku hanyalah manusia biasa, bahkan terkadang aku menganggap diriku bagai seonggok kertas yang tidak berharga

Terima kasih karena pernah mengizinkan hati ini untuk berlabuh di dermagamu meskipun hanya sepersekian waktu

Dan maaf…..

Maaf karena hati ini telah lancang memilih hatimu sebagai dermaga untuk berlabuh

Untuk kamu…

Hati yang (mungkin) tidak akan pernah bisa menjadi dermaga untuk hati ini berlabuh kembali