Di Antara Keasingan Waktu

orang-orang itu sudah pergi

yang sering membanggakan kebodohannya

dan menganggap kita gila;

karna beda tak mesti sama

tapi tak apa

setidaknya aku dan kau

masih ada sedikit waktu

untuk mendengarkan

burung dan pepohonan

menyanyikan musik kesukaan kita

atau bermusik dengan bersiul

dan berdiskusi seperti biasa

tentang tanah suci

tentang gejolak selangkangan

serta bumi manusia yang renta

mungkin karna kita mulai bosan

terus mengutuki semua

tuhan atau masa

yang sembunyi entah di mana

namun kita belum kalah

hanya sejenak mengalah