Teori Penciptaan Alam Semesta Dan Peradaban Nusantara Ditinjau Dari Naskah Kuno

Sedemikian jauh, di Tatar Sunda belum ditemukan fosil manusia yang berasal dari lapisan Pleistosen Bawah, maupun dari lapisan Pleistosen Tengah. Akan tetapi, dengan ditemukannya fosil manusia Pithecanthropus Mojokertemis dan Meganthropus Palaeojavanicus dari lapisan tanah PleistosenvbTengah di Jetis dekat Sangiran (Mojokerto), kemudian ditemukan pula fosil manusia dari lapisan Pleistosen Tengah di Trinil tepi Bengawan Solo dari jenis Pithecanthropus Erectus kemungkinan yang sama, bisa saja terjadi di Tatar Sunda.

Sebelum kemungkinan itu terbukti, berdasarkan Naskah Pangeran Wangsakerta dalam Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara Parwa I Sarga 1, dikemukakan kisah tentang Purwayuga (Zaman Purba), antara lain sebagai berikut: Continue reading

ASAL NAMA MALUKU DAN HUBUNGANNYA DENGAN KETURUNAN SUKU ISRAEL YANG HILANG

Orang Rote mengenal nenek moyangmereka berasal dari suku-suku Israel yang hilang yang datang ke Maluku. Sejarah ini berasal dari cerita di tahun 605 SM dari Kerajaan Yehuda (Kerajaan Selatan) ditaklukkan dan rakyat Yehuda diangkut ke pembuangan di daerah Media dan Persia(Iraq dan Iran). Saat Kerajaan Persia berkuasa, kekuasaannya meliputi Etiopia(Afrika) sampai ke India. Bahkan sejak tahun 722 SM, Kerajaan Israel (Kerajaan Utara)yang terdiri dari 10 suku telah lebih dahulu diangkut oleh bangsa Asyur,kemudian diserakkan di berbagai bangsa di daerah kekuasaan Asyur dan saatbangsa Romawi menjajah Palestina dan Asia Tengah sejak tahun 63 SM sampaimunculnya agama Kristen pada abad 1 M, ketika itu jalan-jalan raya dibangun,sehingga memungkinkan bagi seseorang untuk mencapai seluruh bagian kerajaan ini dengan mudah. Continue reading

CATATAN SEJARAH NUSANTARA

Sebuah Catatan Sejarah Nusantara yang dicoba dirangkaikan untuk menjadi BENANG MERAH SEJARAH NUSANTARA

Sejak ribuan tahun purbakala yang menjadi urat nadi hubungan laut antara dunia Barat dan dunia Timur adalah jalur pelayaran dan perdagangan lewat: Selat Malaka, Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Sunda, sampai di Laut Cina Selatan. Pada jaman dahulu kala sampai abad ke-14 M, Semenanjung Malaya masih merupakan satu semenanjung tanah daratan kering memanjang sampai di ujungnya di wilayah Belitung (Pulau Belitung sekarang).

Pulau Jawa dan pulau Sumatra masih merupakan satu pulau yang panjang yang tersambung bersatu oleh sejalur tanah daratan kering di kawasan Panaitan (Pulau Panaitan sekarang) dan Ujung Kulon antara Lampung dan Jawa Barat. Pelabuhan Palembang masih terletak di tepi laut terbuka luas, yaitu Selat Malaka, dan tidak seperti sekarang berada di pedalaman sejauh 50 km dari tepi pantai. Begitu pula pelabuhan Jambi di Muara Tembesi (Muara Sabak) yaitu muara sungai Batanghari, masih terletak di tepi pantai laut terbuka Selat Malaka. Gunung Muria (Jepara) di Jawa Tengah masih merupakan suatu pulau terpisah dari daratan pulau Jawa. Continue reading